Viagra Menangani Masalah Impotensi Pada Pria

By | Januari 19, 2017

Impotensi merupakan disfungsi ereksi dimana hal tersebut menjadi masalah yang sangat umum bagi pria apalagi yang sudah berusia 40 tahun keatas. Pria yang mengalami masalah pada ereksi ini biasanya akan kesulitan dalam memulai dan mempertahankan ereksi, selain itu bisa merasakan penurunan gairah seksual. Memang pada dasarnya impotensi merupakan masalah pada pria dan ini juga bisa mengakibatkan ketidak harmonisan terhadap pasangan karena tidak bisa memenuhi kebutuhan diatas ranjang. Maka dari itu kebanyakan orang akan mencari berbagai alternatif obat, herbal, makanan daging kuda yang diyakini bisa meningkatkan kualitas ranjang pada pria sampai ke pengobatan tradisional.

Impotensi bisa disebabkan oleh faktor psikologis dan/atau fisik. Kondisi psikologis meliputi masalah di dalam hubungan, depresi, dan kecemasan. Sedangkan kondisi fisik dapat meliputi penyempitan pembuluh darah menuju penis, cidera dan ketidakseimbangan hormon.

Selain akibat faktor kondisi psikologis dan fisik, impotensi juga bisa disebabkan oleh efek samping penggunaan obat – obatan, misalnya obat antidepresan dan antipsiotik. Dan penyebab impotensi lainnya yang tidak boleh di pandang sebelah mata adalah gaya hidup yang tidak sehat semisal dengan sering mengkonsumsi minuman keras yang berlebihan dan penyalahgunaan narkoba.

Diagnosis Impotensi

Masalah impotensi ini memang tidak bisa dianggap remeh karena bisa menyangkut dengan kepuasan kepada pasangan anda. Maka dari itu diagnosis di perlukan untuk menentukan pengobatan yang tepat. Untuk mengetahui apakah orang terkena impotensi dan apa penyebabnya, dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan pasien dan psikologis pasien. Jika impotensi di duga disebabkan oleh masalah psikologis, dokter akan merujuk pasien kepada psikolog atau psikiater. Namun jika impotensi diduga disebabkan oleh masalah fisik, maka tes lebih lanjut akan dianjurkan. tes ini bisa berupa pemeriksaan urin dantes darah.

Gejala Impotensi

Kebanyakan dari masyarakat umum yang belum mendapatkan pengetahuan masalah impotensi ini, banyak dari mereka menyamakan antara impotensi dengan ejakulasi dini, padahal masalah keduanya tersebut sangatlah berbeda. Ejakulasi dini merupakan dimana kondisi yang dialami pria, yaitu ketika proses berhubungan seksual sejak dari ereksi, orgasme, hingga ejakulasi berjalan sangat cepat. Sedangkan impotensi merupakan kondisi ketika pria yang mengalaminya kesulitasn untuk memulai dan mempertahankan ereksi.

Konsultasikan kepada dokter jika impotensi menjadi sebuah masalah bagi Anda dan pasangan. Selain itu, sebaiknya temui dokter jika anda mengalaami impotensi selama beberapa minggu. Dikhawatirkan impotensi tersebut merupakan gejala dari masalah kesehatan lainnya yang lebih serius, misalnya seperti diabetes atau penyakit jantung. Jika gejala impotensi bersifat tidak konsisten atau dengan kata lain kadang timbul dan kadang baik – baik saja, kemungkinan besar penyebabnya bersifat psikologis.

Otak pada seorang pria akan mengirim sinyal pada saraf di penis ketika dirinya mengalami ketertarikan secara seksual atau ketika libidonya naik. Saraf kemudian akan meningkatkan aliran darah ke penis sehingga jaringan pada organ tersebut menjadi membesar dan mengeras. Jika sistem saraf, aliran darah, kadar hormon atau tingkat libido seseorang terganggu sehingga otak sulit memicu ereksi, maka dari itu yang dinamakan impotensi atau disfungsi ereksi.

Faktor psikologis penyebab impotensi bisa meliputi kecemasan, stres, depresi, atau masalah di dalam hubungan. jika penyebab dasar bersifat psikologis, biasanya ereksi masih bisa terjadi pada waktu tertentu. Misalnya ereksi terjadi pada saat pria melakukan mastrubasi atau pada saat bangun tidur. Namun pada saat berhadapan dengan pasangannya, pria tersebut tidak mampu ereksi.

Faktor Penyebab Impotensi yang kedua adalah masalah fisik yang meliputi:

  • Kadar hormon testosteron rendah
  • Diabetes
  • Stroke
  • Ketidakseimbangan hormon tiroid
  • Penyakit Parkinson
  • Sindrom Cushing
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Penyakit jantung
  • Penyakit Peyronie atau pertumbuhan jaringan parut di dalam penis
  • Sklerosis multipel
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah
  • Sindrom metabolik atau kombinasi gangguan kesehatan di mana kadar kolesterol, lemak tubuh, insulin, dan tekanan darah mengalami kenaikan.
  • Kelelahan

Selain faktor psikologis dan fisik, impotensi juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan seperti:

  • Antidepresan atau obat pereda depresi
  • Antagonis H2 atau obat yang biasa digunakan untuk tukak lambung
  • Antihistamin atau obat pereda alergi
  • Sitotoksik atau obat kemoterapi
  • Antiandrogen atau obat penekan hormon androgen
  • Antikonvulsan atau obat yang biasa digunakan untuk epilepsi
  • Steroid
  • Antipsikotik atau obat yang biasa digunakan untuk penanganan skizofrenia
  • Asam fibrat untuk menangani kolesterol tinggi
  • Obat-obatan penghambat beta atau beta-blocker untuk menangani hipertensi
  • Diuretik yaitu obat yang biasa digunakan untuk menangani penyakit ginjal, gagal jantung, dan hipertensi

Ada beberapa hal lainnya yang tidak masuk ke dalam faktor masalah psikologis, fisik, maupun efek samping obat-obatan, namun juga dapat menyebabkan terjadinya impotensi, di antaranya adalah:

  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Cedera atau komplikasi akibat operasi pada bagian tulang belakang atau daerah panggul
  • Penyalahgunaan narkoba

Pengobatan Impotensi

Pengobatan impotensi atau disfungsi ereksi akan tergantung pada akar penyebab kondisi tersebut. Saat ini ada beberapa macam obat yang digunakan, salah satunya adalah sildenafil atau Viagra. Obat ini membantu meningkatkan aliran darah ke penis secara sementara dan membantu terjadinya ereksi. Selain dengan obat, impotensi juga bisa ditangani dengan metode lainnya, antara lain injeksi hormon testosteron, bantuan alat yang disebut pompa vakum, dan operasi.

Dosis dan Cara Minum Viagra Sildenafil 100MG Pfizer

  • Minum Pil Viagra sesuai petunjuk dokter atau apoteker. Dosis maksimum yang disarankan adalah satu tablet (100 mg). Tidak dianjurkan meminum viagra lebih dari 1 tablet dalam sehari 24 jam.
  • Minum Viagra kira-kira 30 menit hingga 1 jam sebelum melakukan hubungan intim. Obat kuat Viagra paling efektif jika diminum dalam rentang waktu tersebut, karena pil biru ini membutuhkan sedikit waktu untuk bereaksi dan merangsang ereksi.
  • Sebaiknya konsumsi makanan rendah lemak terlebih dahulu. Hindari makanan berlemak tinggi, karena menyantap makanan tinggi lemak dapat menghambat Reaksi Viagra.
  • Satu tablet VIAGRA 100mg untuk dua kali minum,jadi cukup diminum setengah tablet satu jam sebelum berhubungan,jadikan ereksi keras,kencang,kuat dan tahan lama berulang-ulang (reaksinya sampai 6 jam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *