Oral Seks Yang Aman

By | Februari 7, 2017

Banyak pasangan melakukan oral seks sebagai foreplay karena bisa merangsang dan meningkatkan gairah sebelum ke puncak klimaks. Pada wanita, oral seks berguna untuk merangsang cairan lubrikasi keluar secara alami dari vagina sehingga penetrasi bisa nyaman dan tidak menyakitkan.

Namun, sebelum melakukannya, ada hal-hal penting mengenai status keamanan oral seks yang perlu Anda ketahui.

seks oral yang aman seperti apa - alodokter

Oral Seks merupakan kegiatan yang melibatkan mulut dengan daerah genital. Menjilat atau mengulum alat kelamin seperti penis atau vagina merupakan aktivitas seks yang dilakukan dengan pasangan. Tidak hanya itu, oral seks pada anus kerap pula dilakukan beberapa pasangan.

Mengenai status keamanannya, oral seks lebih aman dibandingkan kegiatan seks yang melibatkan alat kelamin dengan alat kelamin. Meski begitu, oral seks tidak selalu aman karena risiko tertular penyakit tetap ada.

Hingga saat ini belum terlalu jelas berapa orang yang terkena penyakit melalui oral seks. Demi kepentingan publik, peringatan keamanan saat melakukan oral seks  wajib disebarkan.

Risiko Tertular Penyakit Menular Seksual (PMS)

Sangat sulit memastikan risiko pastinya karena kebanyakan orang yang melakukan oral seks juga melakukan kegiatan seks lainnya pada waktu bersamaan. Ketika penularan terjadi, kita tidak tahu apakah hal itu disebabkan oleh oral seks atau kegiatan seks lainnya.

Namun pada saat melakukan oral seks, Anda berpotensi terkena human papillomavirus (HPV) jika dilakukan dengan orang yang terinfeksi HPV. Pada umumnya, orang yang memberi oral seks lebih berisiko terkena HPV karena ia berhadapan langsung dengan cairan genital. Memakai kondom bisa meminimalisasi risiko, tapi, Anda masih bisa tertular HPV dari kontak kulit ke kulit tidak hanya melalui cairan. HPV yang diperoleh saat melakukan oral seks merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan dan mulut.

Selain itu, Anda juga berisiko tertular HIV jika melakukan oral seks dengan pengidap HIV, walau risikonya kecil.

Contohnya jika seorang wanita pengidap HIV menerima oral seks dari pria yang sehat, maka wanita itu berpotensi menularkan HIV kepada pria tersebut. Wanita pengidap HIV memiliki darah atau cairan vagina yang mengandung virus berbahaya tersebut. Risiko terinfeksi virus ini akan lebih tinggi jika ada luka pada mulut atau bibir pria.

Hal yang sama juga berlaku pada pria pengidap HIV yang menerima oral seks dari wanita sehat. Sperma yang dikeluarkan oleh pria tersebut bisa membawa wanita itu menjadi pengidap HIV juga.

Selain HPV dan HIV, risiko penyakit lain yang bisa ditularkan dari oral seks adalah:

  • Sifilis. Infeksi ini merupakan salah satu PMS yang umum menular melalui oral seks. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil pada mulut saat oral seks.
  • Gonore. Penyakit ini kerap disebut kencing nanah dan tergolong umum menular melalui oral seks. Gonore sering menular ketika seorang wanita melakukan oral seks pada pria. Namun, kemungkinan seorang pria terkena gonore jika melakukan oral seks pada wanita lebih rendah karena infeksi gonore pada wanita lebih terfokus pada serviks daripada luar vagina.
  • Klamidia. Klamidia termasuk lebih jarang menular melalui oral seks. Risiko lebih tinggi ketika melakukan oral seks pada penis daripada pada vagina. Risiko terinfeksi melalui oral seks pada vagina mirip dengan gonore.
  • Herpes. Selain cairan, penyebarannya juga bisa melalui kulit ke kulit. Seperti sifilis dan gonore, herpes juga umum menular melalui oral seks.
  • Hepatitis A dan B. Oral seks yang dilakukan pada anus merupakan penyebab Anda bisa tertular hepatitis A dan mungkin B. Sedangkan oral seks pada vagina dan penis, belum pasti bisa menularkan hepatitis B.

Risiko Anda bisa tertular penyakit-penyakit di atas jika melakukan oral seks dengan orang yang mengidap penyakit tersebut dan terutama jika tidak memakai alat pelindung, seperti kondom. Penyakit seperti hepatitis B dan infeksi HPV bisa dihindari dengan menerima vaksinasi.

Cara Meminimalisasi Penularan

Penularan penyakit bisa diminimalisasi dengan menggunakan alat pelindung seperti kondom. Untuk wanita, bisa memakai dental dam, lembaran lateks yang kerap dipakai oleh dokter gigi. Alat ini bisa didapatkan di apotek.

Jika sulit menemukannya, Anda bisa membuatnya sendiri memakai kondom. Caranya, gunting kondom secara memanjang hingga menjadi lembaran. Buang bagian ujung dan pangkal kondom jika diinginkan. Jika tidak menyukai rasanya, Anda bisa memakai kondom yang memiliki rasa.

Sebelum melakukan oral seks, hindari menggosok gigi karena bisa menyebabkan gusi berdarah dan goresan kecil pada mulut. Penyakit lebih mudah menular dengan adanya luka dalam mulut. Maka pastikan kondisi mulut dalam keadaan sehat, seperti tidak ada sariawan atau luka.

Bagi para pria, sebisa mungkin hindari melakukan ejakulasi di dalam mulut wanita. Dan yang terpenting adalah hindari melakukan oral seks dengan orang yang riwayat seksualnya tidak Anda ketahui.

Melakukan vaksin juga bisa dilakukan untuk meminimalisasi risiko tertular hepatitis B dan infeksi HPV.

Untuk menghindari penyakit menular seksual, ada baiknya untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. Ajak pula pasangan Anda untuk mengecek kesehatannya demi memperoleh kehidupan seksual yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *