Frekuensi Seks Bisa Memprediksi Perceraian? #2 – VIAGRA ASLI – VIAGRA USA ORIGINAL – VIAGRA ORIGINAL – VIAGRA 100mg – Viagra Asli

By | November 14, 2015

VIAGRA ASLI – VIAGRA USA ORIGINAL – VIAGRA ORIGINAL – VIAGRA 100mg – Viagra Asli adalah obat kuat para pria yang di setujui FDA digunakan untuk mengobati masalah disfungsi ereksi, mengatasi ejakulasi dini dan mengatasi impotent dalam hubungan sex. Untuk pemesanan KLIK! DISINI | HOTLINE : 081340003111

Frekuensi Seks Bisa Memprediksi Perceraian? #2

Frekuensi hubungan seks. Menurut  Dzara, frekuensi seks pasangan tidak menjadi ukuran yang terlalu penting. Rata-rata para pasangan muda ini melakukan hubungan antara satu sampai beberapa kali seminggu, dan menurutnya frekuensi tidak terlalu penting asalkan berkualitas.

Kepuasan seks dan keintiman fisik. Bagi istri, kepuasan seks dan keintiman fisik akan menurunkan kemungkinan terjadinya perceraian. Tetapi kualitas perkawinan, kepuasan seks, dan keintiman, ternyata memiliki efek dan pengaruh yang sama bagi para istri. Di lain pihak, bila kepuasan seks para suami terjamin, probabilitas perceraian juga menurun drastis.

“Pasangan dimana suami memiliki kepuasan seks dengan keintiman fisik yang tinggi, tingkat perceraiannya akan berkurang bila dibandingkan dengan suami dengan kepuasan kehidupan seksual yang rendah. Pasangan dengan kepuasan seks yang rendah mengalami kemungkinan gangguan pernikahan sekitar 83,7 persen,” ungkap Dzara.

Kesepakatan tentang seks dalam pernikahan. Ketika menikah, tak jarang para pasangangan menetapkan kesepakatan untuk kehidupan seks mereka, misalnya berapa kali hubungan seks akan dilakukan dalam seminggu, kapan waktu yang tepat, sampai cara berhubungan yang nyaman bagi kedua belah pihak. Agak mengejutkan, kesepakatan semacam ini ternyata tidak terlalu berpengaruh pada tingkat perceraian, karena hal ini dilakukan atas dasar kesepakatan bersama dari kedua belah pihak.

Kesimpulannya, seks memang penting bagi pernikahan yang sehat. Bagi istri, kepuasan seks dan kepuasan perkawinan menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat perceraian. Kepuasan yang tinggi terhadap seks dan dalam relasi dengan suami membuat para istri cenderung tak ingin bercerai. Tetapi tidak demikian halnya dengan suami. Kepuasan seks bagi suami merupakan faktor penting, yang bisa mengurangi tingkat perceraian. Dengan kata lain, kepuasan seks yang tinggi akan mengurangi keinginan pria untuk bercerai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *