Faktor Penyebab Terkena Impoten

By | Maret 9, 2017

Beberapa orang mengalami gangguan seksual yang disebabkan karena beberapa faktor, contohnya saja impoten. Impoten adalah penyakit disfungsi seksual. Hal tersebut terjadi karena organ seksualnya tidak berfungsi secara baik. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya impoten pada pria. Mari kita simak ulasan dibawah ini.

ejakulasi-dini

Ciri ciri impoten tidak dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Ciri ciri impoten adalah bila seseorang pria kehilangan potensinya sehingga tidak bisa ereksi. Proses ereksi pada penis adalah pemompaan darah menuju rongga-rongga oenis oleh jantung. Dapat digambarkan secara sederhana seperti pompa air di rumah kita. Semakin kuat tekanan pompa air maka selang akan semakin mengeras.

Jika dilihat dari unsur tersebut, secara teknis yang diperlukan hingga terjadi ereksi yang kuat adalah jantung yang kuat dan saluran darah ke penis yang lancar. Darah yang bagus, artinya tidak ada penyakit gula darah (diabetes mellitus) dan selang atau saluran yang bagus. Jika ketiga unsur ini dipenuhi maka ereksi secara teknis akan bagus. Sebaliknya, jika tidak terpenuhi maka akan terlihat Ciri Ciri Terkena Penyakit Impoten yang terdeteksi pada seorang kaum pria.

mengapa-diabetes-menyebabkan-impotensi

Selanjutnya, dokter akan menggali riwayat kehidupan seksual si penderita, baik tentang kehidupan seks, penyakit yang pernah diderita, maupun psikoseksual. Pada penderita akan ditanyakan hal-hal di bawah ini:

  • Gangguan ereksi dan gangguan dorongan seksual.
  • Ejakulasi, orgasme, dan neyri kelamin.
  • Fungsi seksual pasangan.
  • Faktor gaya hidup, seperti merokok, alkohol yang berlebihan, dan penyalahgunaan narkotika.
  • Penyakit kronis.
  • Riwayat trauma (cedera) dan operasi di daerah pelvis, perinum, maupun penis.
  • Radioterapi daerah penis.
  • Penggunaan obat-obatan.
  • Penyakit saraf dan penyakit hormonal.
  • Penyakit psikiatrik dan status psikologik.

Intinya, untuk tetap memastikan seseorang terkena impoten secara permanen (menetap), haruslah ditentukan oleh dokter setelah melalui serangkaian pemeriksaan yang lengkap. Apabila seseorang pria pada masa tertentu tidak dapat ereksi maka belum dapat divonis begitu saja dia telah mengalami impoten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *